Selasa, 01 April 2014

100 Fakta Ilmiah Tubuh Manusia




Khazanah Islam - 100 Fakta Ilmiah Tubuh Manusia

Inilah 100 Ilmiah Fakta tentang TUBUH MANUSIA dari sekian banyak ilmu pengetahuan dan sains telah mengupasnya walaupun masih belum bisa mengungkap semuanya. Bahkan Allah Ta’ala menegaskan sampai habis kayu dijadikan pena dan air laut dijadikan tinta, tidak akan pernah bisa menguraikan Ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Meskipun, ilmu pengetahuan sekarang telah mampu menjelaskan banyak hal tentang organ manusia yang begitu SEMPURNA,

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :   “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (QS. Al Isra’ (17) : 70<http://quran.com/17/70>).

Adapun beberapa fakta menarik tersebut yang telah berhasil diungkap oleh para ilmuwan mengenai organ tubuh manusia yang pada dasarnya menunjukkan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala, antara lain :

1. Tubuh seorang manusia tersusun atas sejumlah sistem, semua sistem melakukan fungsi kerja tertentu, serta  berhubungan dan berkomunikasi melalui darah dan sistem saraf.

2. Terdapat 9 sistem utama tubuh, dalam tubuh manusia, yaitu : rangka, otot, integumen, pernafasan, pencernaan, uriner, saraf , kardiovaskuler dan limfa.

3. Sistem tubuh manusia terbentuk dari berbagai macam organ-organ yang mengandung berbagai macam jaringan. Suatu jaringan merupakan kumpulan sel-sel yang sama yang melakukan fungsi tertentu.

4. Dalam keadaan normal frekuensi detak jantung manusia lebih kurang sekitar 100.000 detak/hari (24 jam). Sehingga, dalam hal ini dalam keadaan normal didapatkan, bahwa :

  *   Frekuensi detak jantung manusia lebih kurang, sekitar 36.500.000 detak/tahun,
  *   FFrekuensi detak jantung manusia lebih kurang, sekitar 3.000.000 detak/bulan,
  *   Frekuensi detak jantung manusia lebih kurang, sekitar 700.000 detak/minggu,
  *   Frekuensi detak jantung manusia lebih kurang, sekitar 4.167 detak/jam,
  *   Frekuensi detak jantung manusia lebih kurang, sekitar 69 detak/menit, dan
  *   Frekuensi detak jantung manusia lebih kurang, sekitar 1 detak/detik.

5. Untuk mengitari seluruh tubuh manusia, darah manusia harus melakukan perjalanan sejauh 60.000 mil (96.000 km).

6. Mata manusia dapat membedakan hingga 1.000.000 permukaan warna dan dapat menampung lebih banyak informasi objek penglihatan daripada teleskop terbesar yang pernah dikenal manusia.

7. Mata manusia memiliki titik fokus yang bisa berubah-ubah secara otomatis, sehingga jauh lebih canggih dari alat optik apapun yang telah ditemukan oleh para ilmuwan fisika. Selain itu, lensa mata manusia dapat menjadi cembung atau cekung setiap saat dalam mengatur pembentukan bayangan.

8. Dalam keadaan normal gerak reflek mata manusia untuk berkedip terjadi sebanyak 15 kali/menit.

9. Mata manusia yang tidak mengalami rabun jauh dan gangguan kesehatan mata lainnya, dapat mendeteksi nyala lilin pada jarak 1,6 km.

10. Jika oksigen (O2) yang mencapai otot selama manusia olah raga berat atau kerja keras, akan terjadi penimbunan limbah asam laktat, yang menyebabkan otot manusia akan terasa sakit.

11. Pendengaran manusia begitu sensitif, sehingga dapat membedakan 100 sampai 1.000 suara yang berbeda, dalam batas frekuensi bunyi audio (20 Hz sampai dengan 20.000 Hz).

12. Kotoran telinga manusia lebih banyak disekresikan (dikeluarkan) oleh tubuhnya pada saat dia merasakan takut pada suatu hal.

13. Saat terlalu banyak makan dan terjadi kekenyangan, kemampuan pendengaran manusia akan berkurang.

14. Seorang manusia mampu membedakan lebih dari 1500 jenis musik yang didengarnya.

15. Sumsum tulang belakang manusia berhenti tumbuh menebal pada usia sekitar 4 atau 5 tahun, dengan ketebalan maksimum mencapai 2 cm.

Minggu, 30 Maret 2014

Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar

Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

                    Bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai  dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan. Penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dapat diartikan sebagai pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasaran dan mengikuti kaidah yang ditetapkan. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar memiliki beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu. Misalnya, pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama.

Ciri – ciri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut :
1.     Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat yang baku.
Contoh :” Kami sedang menyaksikan pertandingan itu.”, bukan “Pertandingan itu kami sedang saksikan.”
2.     Penggunaan kata-kata baku.
Contoh : “Seru sekali” dan bukan “Seru banget”, “Tampan” bukan “Ganteng”.
3.     Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis (EyD / Ejaan yang Disempurnakan). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.
4.     Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, tetapi secara umum lafal baku dapat diartikan sebagai lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat ataupun bahasa daerah. Misalnya: habis, bukan abis ; atap, bukan atep.
5.     Penggunaan kalimat secara efektif. Bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi secar efektif : pesan dari pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca sesuai maksud yang ingin disampaikan.

Sabtu, 30 November 2013

Tugas 2 Softskill-Bahasa Indonesia

MAKALAH BAHASA INDONESIA 2
VSAT

Disusun Oleh:
Nama : Nuzul Firmansyah
Kelas : 3 KA 28
NPM : 15111419





Kata Pengantar
Puji dan Syukur Penulis Panjatkan atas kehadirat Allah SWT,  karena atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini berisi tentang laporan penilitian tentang VSAT yang dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia II di Universitas Gunadarma tahun 2013.
Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan makalah ini tidak lain berkat arahan dan bimbingan dari Bpk. Jono Suroyo selaku dosen dari mata kuliah Bahasa Indonesia II, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materi. Kritik konstruktif dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah ini.
Semoga isi yang dibahas pada makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi pembacanya.


Depok, 29 November 2013

Nuzul Firmansyah